Jamu Tradisional

Jamu Tradisional | Jamu Kuat Lelaki | Jamu Kuat

Alam kaya dengan khasiat yang dapat memberikan sumbangsih besar bagi tubuh manusia. Hasil alam juga merupakan penyembuh yang berkasiat bagi tubuh manusia yang mengalami masalah kesehatan dalam bentuk obat. Selain itu, hasil alam juga dapat digunakan untuk keperluan kecantikan dalam bentuk kosmetik. Berbagai macam hasil alam tersebut diproses lebih lanjut dan akhirnya menjadi kapsul maupun tablet dari sari pati alam. Akan tetapi, beberapa kandungan sari alam tersebut dalam proses produksinya dapat mengalami penyusutan dengan penambahan beberapa kandungan atau bahan yang lain. Oleh karena itu, banyak pengobatan cara tradisional yang dipilih dikarenakan kandungan sari pati alam masih asli dan kandungannya masih banyak dan tidak mengalami penyusutan. Cara pengobatan ini disebut juga dengan nama cara pengobatan herbal maupun tradisional. Kembali ke alam merupakan slogan yang berkembang saat ini mengingat penggunaan obat tradisional dari alam tidak memberikan efek samping yang buruk bagi tubuh manusia. Pengobatan tradisional dengan cara herbal antara satu daerah dengan daerah lain berbeda, begitu pula antara satu negara dengan negara lain. Di Cina misalnya mempunyai pengobatan herbal yang cocok digunakan di Cina mengingat iklim dan tanahnya cocok dengan jenis kulit di daratan mediterania. Begitu pula di Indonesia mempunyai kekayaan alam yang berlimpah juga mempunyai pengobatan dan kecantikan tradisional herbal terutama di suku jawa. Pengobatan menggunakan herbal di suku Jawa terkenal dengan nama jamu tradisional. Kekayaan bumi jawa dengan iklim tropis memungkinkan banyak tanaman herbal yang dapat berkembang dan tumbuh dan dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Jamu dapat berasal dari dedaunan, akar, bunga, asam damar, kulit kayu, akar kayu, kayu bagian dalam. Takaran dan bahan yang digunakan untuk meracik jamu sudah ada dari dahulu kala. Sehingga tidak perlu khawatir dengan takaran yang berlebihan ataupun kekurangan dalam meminum jamu. Sejak jaman dahulu kala juga, jamu tradisional sudah digunakan dan memberikan manfaat yang besar bagi orang jawa. Kecantikan dan kebugaran suku jawa menunjukkan betapa jamu tidak perlu diragukan lagi mengenai takaran dan manfaat yang dapat diperoleh. Jamu telah digunakan dari berbagai macam lapisan masyarakat baik masyarakat kalangan bawah, menengah maupun atas. Dahulu kala, jamu sering digunakan di Keraton Kesunanan dan Keraton Kesultanan. Mengingat banyaknya manfaat jamu baik bagi kesehatan maupun kecantikan, penggunaan jamu tidak hanya di kalangan tertentu tetapi juga merambah ke perkotaan yang notabene banyak produk kosmetik dan obat-obatan produksi luar negeri. Penggunaan jamu tidaklah berbeda dengan obat herbal maupun pengobatan kimia lainnya, jamu tradisional dapat digunakan sebagai obat dalam atau digunakan secara diminum maupun obat luar yaitu ditaburkan atau dioleskan ke bagian tubuh tertentu. Dengan berkembangnya jaman, jamu dapat diperoleh tidak hanya dari racikan tradisional tetapi dapat pula dalam bentuk bungkusan agar mudah dibawa kemana-mana, misalnya dalam bentuk bubuk, kampus, cairan, pil atau tablet dan salep tanpa mengurangi kandungan bahan tradisional dalam jamu tersebut. Selain itu, agar mempermudah penggunaan jamu, paket-paket bahan-bahan jamu juga dijual terpisah sehingga jika ingin meracik sendiri jamu yang diinginkan dapat diperoleh di toko-toko penjualan obat tradisional atau jamu. Akan tetapi, peracikan dan penyajian jamu dengan cara tradisional juga masih dapat ditemui di pelosok negeri di suku jawa. Beberapa perlengkapan tradisional pembuat jamu tradisional yaitu lumpang, parut, kuali juga dapat diperoleh di pasar tradisional maupun toko modern. Beberapa manfaat jamu baik untuk kesehatan maupun kecantikan sangat familiar di tanah jawa. Jenis jamu seperti galian singset, sehat lelaki, sari rapet, kuat lelaki dan jamu untuk bayi untuk kesehatan sedangkan untuk kecantikan adalah ngadi sarira. Bahan-bahan jamu tradisional umumnya adalah temu lawak, kunyit, kencur, lengkuas, secang, brotowali, jeruk nipis, ceplukan, nyamplung, kayu manis, melati, rumput alang-alang. Ngadi sarira dapat meliputi lulur, bedak dingin, kemuning dan lain-lain.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>